Rona Jingga
Karena suatu malam tiba-tiba saya teringat bahwa sebentar lagi saya menginjak usia 25 tahun, tapi saya masih saja loncat-loncatan kayak anak kangguru.


Karena ternyata mimpi saya bukan itu dan ini. Saya bahkan belum mencoba untuk tidur, lalu kapan saya bisa mulai bermimpi? Yang saya telah lakukan hanya menulis mimpi itu besar-besar dalam sebuah dinding. Dinding hati, yang hanya saya sendiri yang dapat melihatnya...


Karena ternyata memulai mimpi itu sulit. Atau mungkin saya yang membuatnya sulit? Padahal saat ini di samping saya selalu ada seseorang yang siap mendampingi saya mengejar mimpi. Kenapa saya masih harus loncat-loncat di sini? Setiap hari menikmati hari sebagai ujung tombak kapitalisme.....





Karena beberapa hari lalu saya baru saja nulis ini untuk promo bulanan sebuah radio swasta di Jakarta.

Keep moving// Don't stop// Start the revolution// Become a freedom fighter// Just because everyone doesn't know your name/ doesn't mean you don’t matter//


Do everything with exact calculation/ nothing without meaning// Set a goal for everyday and never be tired//


Its impossible to be everything/ but you can't stop trying to do it all// Enjoying your life is simple matter of the way that you feel//

Apa kabarnya dengan hidup saya?? Bersyukur! :)
Rona Jingga

The first time ever I saw your face

I felt your heart so close to mine

Always there beside me when i am down
And never left my face eith frown

When you’re around i wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
And the moon and the stars were the gifts you gave. To the dark and the endless skies, my love    

It’s you! yes, it is you my friend who can make it all come true
It’s you! yes, it is true a friend in need is a friend indeed

If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loniless


Rona Jingga

GAK PEKA! Itu yang pertama terlintas ketika ‘dosen’ di kantor saya menyebutkan judul film yang akhirnya jadi PR ini. Kalau saya disuruh “think like a man” berarti saya disuruh gak peka alias berpikir se-simple mungkin terhadap apapun yang dihadapi. Ya gak bisa nge-judge gitu juga sih.. Paling tidak saya harus mengesampingkan “keribetan” saya sebagai seorang wanita untuk bisa totalitas think like a man.

Hal-hal yang menarik dalam film ini bersumber dari sebuah buku yang ditulis oleh Steve Harvey yang juga diundang sebagai bintang tamu di berbagai talkshow. Steve seolah membuat wanita “melek” sama hal baru. Saat itu Steve seperti membawa para wanita terbang ke langit ke-7, dan dari atas sana segala sesuatunya tampak lebih luas, sebuah perspektif baru. Ketika wanita pada umumnya terbiasa untuk berpikir dari satu sisi yaitu dari sudut pandang wanita. Padahal dunia ini gak hanya dihuni oleh wanita saja, kita kadang lupa bahwa ada sesosok bernama pria yang hidup berdampingan dengan wanita dan memiliki pemikirannya sendiri.

Sejak saat itu, Pria seperti “ditelanjangi” dan dikhianati oleh kaumnya sendiri. Menyedihkan sekali *jahat*. Steve membongkar apa yang  menjadi pemikiran, motivasi, dan kebutuhan seorang pria.

Beberapa hal yang saya dapat dalam film ini tentang pria :

Pria : Simple & To the point
Bukti simple pria adalah : singkat ketika memberikan nasihat. Kita sebagai wanita kadang merasa perlu feedback lebih banyak atau lebih ekspresif dari apapun yang kita sampaikan dan kita lakukan. Pria tidak menyukai sesuatu yang berbelit-belit dalam berhubungan dengan wanita. Dia terkadang hanya ingin merasa nyaman dalam hubungan itu.

Pria : Gak selalu tentang seks
Kebanyakan wanita berpikir kalau Pria selalu memikirkan seks dan seks. Yang ada di otak pria cuma hal-hal “jorok”. Pernyataan ini ada benarnya, tapi ternyata tidak mendominasi seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Salah satu tokoh dalam film ini memang hanya mengincar seks dari seorang wanita yang dikencaninya, tapi begitu dia mendapatkan yang diinginkan, dia malah tidak ingin kehilangan wanita tersebut. Bukan karena seks, tetapi karena dia telah merasa nyaman dengan wanitanya. Bahkan dia rela 90 hari tanpa seks.

Pria : Prestige
Pria bukannya gila hormat atau gengsian, tapi dia berusaha semaksimal mungkin untuk jaga gengsinya (apa bedanya dengan gengsian ya?). Contohnya adalah ketika dia merasa dibanding-bandingkan dengan seseorang yang dia rasa lebih baik darinya dalam hal materi dan status sosial. Sekali saja seorang wanita yang dia cintai meninggalkan dia untuk orang lain dengan alasan “menemukan seseorang yang lebih baik” jangan harap dia mau kembali dengan wanita itu lagi. Meskipun untuk seorang wanita, kita punya pembelaan bahwa “Ada realistis dalam matrealistis”. Hehehe…

Pria : Bertekuk lutut pada wanita (baca: Ibu-nya)
Untuk mengulas ini, rasanya agak sensitive karena mungkin saya – yang saat ini belum jadi ibu – adalah salah satu dari calon ibu. Saya termasuk orang yang sangat tidak menyukai “Cowok Anak Mami”, tapi lalu saya berpikir : Apa salahnya kalau seorang pria jadi anak mami? Yang jadi masalah mungkin bukan hanya kedekatan normal antara anak dan ibu, lebih kepada pantaskah seorang pria dewasa terlalu lengket dengan ibu nya? Bagaimana jika sampai segala sesuatunya dia putuskan dengan Ibu? Sedangkan Ibu datang dari generasi yang jauh berbeda. Saya setuju kalau hanya untuk bahan pertimbangan, bukan sebagai kedaulatan mutlak. Seorang wanita yang menjalin hubungan dengan seorang “Anak Mami” biasanya makan ati, kenapa? Secara tidak langsung, tidak sengaja, tidak bermaksud, atau apalah namanya, pria tersebut membandingkan dia dengan ibunya. Bahkan menurut aturan agama-pun (saya pernah baca di Fiqih Wanita) bahwa ada hukum yang menyebutkan kalau seorang suami tidak boleh membanding-bandingan istrinya dengan ibunya.

● Pria : Lihat, DENGAR, Rasakan
Judul lagu Sheila on 7, band yang isinya cowok-cowok semua ini ternyata curcol. Pria bisa tertarik dengan seorang wanita awalnya dari apa yang dia lihat (penampilan dan fisik), kemudian dengar, kali ini bukan apa yang dia dengar dari seorang wanita, tetapi seberapa hebat seorang wanita yang terkenal banyak bicara itu menjadi pendengar yang baik untuknya. Tantangan memang bagi seorang wanita untuk menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya. Apalagi kalau pasangan sudah mulai bicara tentang hobby olahraga, otomotif, dan hal-hal membosankan lainnya. Tapi ternyata hal ini berpengaruh bagi seorang pria dalam memilih pasangan. Setelah melalui tahap lihat, dengar, baru dia dapat merasakan bahwa “She’s the one!”

Sekian review yang bisa saya berikan tentang film “Think Like a Man” yang sekaligus menjadi tugas mata kuliah Produksi Siaran Radio saya dan partner saya di kantor.

Regards,

Viena P. Utari



Rona Jingga
Kenapa saya butuh waktu lama untuk kembali menulis di blog ini?

Karena saya juga butuh waktu lama untuk mencerna semua yang telah terjadi.

Pada semua yang telah saya mulai dan saya tinggalkan.

Saya pun butuh waktu lama untuk menulis tulisan "pembuka" setelah sekian lama rehat.

Saya bahkan butuh 24 tahun untuk berani mendobrak sesuatu, melakukan banyak perubahan, dan dirasa layak untuk "naik kelas" oleh-Nya.

24 tahun? What took me so long?

Cekidot.

Dimulai dari satu hal yang paling berat.

"What took you so long
What took you all night
What took you forever to see I'm right
You know I treat you so good
I make you feel fine
You know I'll never give it up this time
"

Its hard for me to say goodbye with this "heaven". My another family.

Saya belajar bahwa butuh sebuah "perjalanan" untuk merubah sesuatu. just go somewhere!

"Cos baby I believe reality
It's never far away
I've had enough, so listen baby
I've got something to say"


karena dari perjalanan yg menyenangkan ini kita menemukan banyak hal
salah satunya menemukan pemandangan "indah" (menurut saya) ini
Dan saya pun belajar, pada apa yang dimulai, akan ada yang diakhiri. Hati-hati dengan hati karena di dalam hati ada hati. Saya tidak bisa bayanghkan kalau ternyata saya punya hati untuk mengakhiri mimpi yang terbangun selama 3,5 tahun dengan sebuah "perjalanan" lain.

dan harus melepas genggaman tangan ini...........
"Oh talk to me, can't you see
I'll help you work things out
Oh don't wannabe your enemy
And I don't wanna scream and shout"


untuk menyambut genggaman tangan lain dan menciumnya setiap hari
Oh you touched my heart, right from the start
You didn't know what to say
But honey i understand, when you take my hand
Everything's okay






Love,
Viena P. Utari
Rona Jingga
Kembali menemukan sebuah catatan yang terkubur dalam sebuah kotak pesan setahun yang lalu. Masih kah berarti untuk objek yang sama? Atau berarti untuk objek yang berbeda?


berbicara tentang cinta, sama halnya ketika kita bicara tentang sakit
tidak pernah ada batasnya
bahkan kebanyakan selalu saja tentang pembenaran
"diambil hikmahnya"

karena kata atau pun kalimat adalah penggambaran tentang realita
yang kadang artinya terlalu sempit untuk menggambarkan kenyataan yang begitu luasnya
belum lagi...
ada masalah salah pengartian dalam penyampaiannya

kadang semua itu terjadi dari hal kecil
ketika sakit itu adalah anugrah semua orrang menjadi bingung
ketika cinta disebut masalah
semua orang pun mencibirkan mulut
tanda tidak setuju
"cinta harusnya indah"
sementara semua sepakat ketika menyebut indah
berarti sesuatu yang enak, dipandang didengar dirasakan
atau bahkan dilakukan

tapi pernah kah terpikir sesuatu yang bau sekalipun
jelek, dan tidak pernah terasa indahnya
adalah sebuah keindahan?
keindahan akan kenyataan yang jujur
bagi orang kebanyakan itu tidak lah mungkin gampang diterima

dan bagi orang yang berdalih bukan orang kebanyakan
"itu adalah jalan utk mengerti banyak orang"
dan secara tidak langsung mengakui dirinya
sebagai sesuatu yg spesial

extra ordinary.....

ketika seseorang bisa membuat sesuatu yang biasa
terasa menjadi luar biasa
itu adalah hal biasa buat Nya
karena semua hal itu luar biasa
bila semua nya luar biasa
akan menjadi biasa

jadi ketika sakit berlebih
bisa berubah menjadi sesuatu yang membahagiakan
bahkan banyak orang berusaha utk menyakiti dirinya untuk
dapat merasakan itu
bahkan rela mati
untuk sesuatu yang tidak jelas sekalipun
demi sebuah kebahagiaan
meskipun sakit
dalihnya..."itulah pengorbanan"

meskipun dalam cinta tidak pernah ada yg namanya pengorbanan
karena semua dilakukan dengan ikhlas, ridho...
tanpa paksaan dan dalam keadaan sadar
bahwa dirinya melakukan itu
meskipun sakit
adalah untuk membahagiakan
sesuatu atau seseorang
yang dia cintai

dan banyak orang mengatakan itu adalah hal bodoh
apalagi
ketika hasilnya
adalah
"tetap sendiri"
tapi pernahkah kau tahu
bagaimana perasaan orang yang benar-benar mencintai
mereka bilang
"meskipun sisi manusianya tetap berbicara
yaitu perih
hatinya berkembang menjadi lebih luas
pengertian, wawasan dan pengalamannya
yang terekam dalam memory hati
yang tidak pernah bisa dihapuskan
bahkan tanpa kecuali oleh Sang Punya..
Yang Maha Bisa Membolak-balikan hati......"

tetapi bukan menghapus kan memori....

dan mereka bilang.....
"aku lakukan untuk hidup Nya dalam hatiku
untuk diri Nya dalam jiwaku
kupertaruhkan semuanya yang sebenarnya bukan miliku
semata-,ata hanya untuk mengenal lebih dekat lagi diri Nya
melalui diriku sendiri"

dan kau yang kucintai.....

untuk lelaki ku.....
terlalu sempit bila ku mencintai mu karena kau tampan
terlalu picik bila ku berpikiran mencintai mu karena kau pintar
terlalu dangkal bila ku mencintai mu karena hartamu
terlalu hebat bila ku mencintaimu karena ihklas....

aku mencintaimu dengan sederhana....
dengan alasan yg tidak perlu lagi dijelaskan
antara perbedaan yang mencolok dan persamaan yang samar..
aku mencintai mu apa adanya....
dari Nya...
dan aku menjalani dengan bahagia
melalui semua permasalahan setiap detik nya, setiap harinya, setiap minggu bulan dan tahunnya..
tidak ada alasan utk mencari hikmah dibalik pertemuan kita
tidak dicari pula pembenaran akan apa yang telah, sedang dan akan terjadi
biarkan semua mengalir jujur
meskipun itu tersendat karena perbedaan bahasa
"perbedaan mencolok dan persamaan yang tersamarkan"

aku mencintai mu dengan sederhana
tidak melihat kau siapa, bagaimana dan dari mana
bukan karena aku menginginkan hal yang sama
kau lakukan untuk ku
karena bila begitu, itu namanya pamrih
lakukan lah sesuai kemampuan mu untuk menyayangiku....

dan kita belajar dari persatuan kita berdua....
antara dua dunia, dan dua kerajaan
yang tanpa Raja dan Ratu....

dan aku mencintai mu dengan sederhana.....
bukan karena kau tampan, pintar dan kaya...
atau pun jelek, miskin dan bodoh...
atau apa pun bentuknya

tapi karena kau laki-laki dan aku wanita...
ditakdirkan untuk bersatu dalam bentuk persatuan yang telah ditentukan sebelumnya
atas kehendak Nya....

saling mengisi dan menjaga..
memenuhi ruang yang sama-sama kosong
oleh kasih dan sayang
antara lelakinya dan perempuannya...

antara dua cinta....

Sekarang mungkin saya paham, jika kita mencintai seseorang dengan sebuah atau berbagai macam alasan, kita juga memiliki sebuah atau berbagai macam alasan untuk meninggalkannya.
Rona Jingga
Kembali membuka catatan-catatan yang mungkin pernah terlewat, dan menemukan sebuah catatan yang pernah diberikan oleh Mentari kepada Jingga, beberapa bulan yang lalu....

Aku adalah sunshine

Dia adalah moonlight

Aku ada dari pagi hingga petang

Dia datang saat malam bermula hingga pagi menjelang

Cahaya mentari hanya untuk mereka yang menyukai terang

Yang ingin jelas melihat

Cahaya bulan untuk mereka yang menyukai kesejukan

Meski samar….

Inilah saat engkau usai melewati hari

berjalan diiringi sinar mentari

Dari pagi sampai petang

Dari terbit hingga tenggelam

Cahaya mentari ada dari pagi hingga petang

Cahaya bulan ada saat malam bermula hingga pagi menjelang, dan

Rona jingga berada diantaranya

Saat pergantian siang dan malam

Tiba-tiba sinar rembulan datang menyapa malam

Rona jingga adalah keindahan

Ia lebih menyukai cahaya rembulan dan mencintai malam

Dalam sekejap ia pun begitu takjub

Hingga abailah segala kebenaran

Bahkan ia lupa dengan cahaya mentari

Sirna sudah janji untuk menanti sampai genap dua puluh kali bumi mengelilingi matahari

Bahkan belum genap seperlinma massa itu semua telah luruh

Pupus sudah ikrar untuk setia menemani

Cinta telah lenyap, sayang telah hilang dan suka pun pupus

Semua akibat salah sinar mentari

Yang kepayahan terbakar dirinya sendiri

Meski rona jingga tak tahu itu terjadi

Sesal memang tak pernah di awal

Rona jingga tak mau pulang

Ia enggan kembali menjalani siang

Meski cahaya mentari menawari naungan awan

Kata maaf tak berguna

Janji pun sia-sia belaka

Semuanya sudah terlambat

Rembulan memang tak miliki sinar

Namun ia mampu memberikan kesejukan

meski sejatinya adalah sinar matahari yang terpantulkan

Tapi mentari mati di malam hari

Sedikit wanita menyukai siang

Karena terik begitu menyengat

Padahal sinar mentari kadang hangat

Tapi kadang hangatnya tak membekas

Dan, jingga yang merona itu pun terlihat begitu indah

Tapi bagi Rona jingga kebenaran adalah perasaan, dan

Perasaan adalah kebenaran

Maka ia pun selalu mengikuti kemana pun arus perasaannya mengalir

Aku akan menjadi sinar mentari yang hangat, dan

Lebih menyejukkan dari sinar rembulan

Aku adalah sinar mentari

Tapi suatu saat nanti aku akan menjadi sinar mentari dan sinar rembulan

Aku akan ada baik pada waktu siang maupun malam


____Kusempurnakan dalam rasa sakit dan kehilangan____

Rona Jingga
Beberapa malam belakangan ini rona Jingga tidak seperti biasanya. Tampaknya ia sedang dibakar cemburu.  Kalau kebanyakan wanita cemburu pada wanita lain yang lebih cantik dan seksi dari dirinya, tidak begitu dengan Jingga. Dia hanya sedang dibakar cemburu oleh kehadiran seorang wanita yang menurutnya cerdas, kritis dan berisi. Nila, perempuan yang hadir setelah kepergian Jingga. Nila hadir tanpa ada warna lain terlebih dahulu. Dia datang begitu saja setelah Jingga tiada.

Dari pengamatan Jingga, Nila cukup menyilaukan. Tulisan-tulisannya, pemikirannya, bagaimana dia memilih bahasa. Yah, semua itu sudah tentu membuat Jingga terbakar cemburu. Tapi, karena Jingga wanita begitu juga dengan Nila, Jingga tau Nila tetap tak bisa mengedepankan logika dari perasaannya. Nila boleh mengkritisi banyak hal. Nila bisa saja bermain laku dengan banyak teori. Nila sering kali menyelam dan berenang-renang dalam pikirannya yang liar. Menari dalam setiap retan waktu sunyi di antara kegaduhan sekitarnya. Tapi tidak jika dihadapkan dengan hati. Nila harus berhati-hati dengan hati, karena di dalam hati ada hati.

Nila, dengan usianya yang lebih muda dari Jingga, telah mencapai proses pemikiran yang lebih matang. Mungkin karena Jingga tidak seproduktif Nila dalam menulis. Atau mungkin ada yang telah Nila capai dari salah satu impian Jingga. Jingga tau, Nila tidak berusaha mencuri hati siapapun. Jingga juga tau tak mudah untuk Nila menggantikan peran Jingga. Tapi Jingga paham benar, bahwa Nila adalah seorang wanita luar biasa yang bisa saja mendapatkan peran yang lebih istimewa dari Jingga.

Bukan Jingga kalau dia tidak damai dalam cemburu. Jingga hari ini memang sedang panas terbakar. Jingga saat ini memang resah oleh gelisah. Tapi Jingga sudah banyak belajar tentang bagaimana berkompromi dengan rasa cemburu.  Apalagi cemburu pada Nila. Jingga bukan sedang tidak mempertahankan cintanya, Jingga bukan sedang pasrah dan menyerah mengaku bahwa ia telah kalah. Karena Jingga tau dan percaya, bahwa tak ada yang terkurangi dan terbagi dengan kehadiran Nila. Jingga percaya, dirinya dan Nila memiliki tempat berbeda. Keadilan adalah urusan dia dengan Tuhan-nya. Yang Jingga tau, ia ingin mencapai salah satu cara untuk masuk Surga.

Selamat datang Nila..