Rona Jingga
1. Risoles Smoked Beef  2. Bahan adonan kulit 3. Dicampur dengan minyak sayur  4. Adonan kulit dituang ke tevlon  5. Bahan isi  6. Risol yang sudah dibaluri tepung panir
Halooo...

Postingan kali ini saya akan kasih bocoran resep Risoles Smoked Beef atau biasanya suami saya sebut American Risoles (Amris). Sebelum kasih bocoran resep, saya mau cerita dulu aaahh... Awalnya saya males banget bikin American Risol ini? Kenapaaaa?? Pegel berdiri bikin kulit nya, ditambah lagi saya gak punya tevlon yg ukurannya pas utk risol ini. Punya saya tevlon nya besar dan berat, yg pas banget dan lengkap alat-alat perang nya ya Mami saya... *maklum masternya, klo amatirannya sih minjem aja* :D

Tapi berhubung pesanan Amris ini makin banyak dan makin sering, terutama dari kantor suami saya, dan kalau suami saya sebelum berangkat harus ngambil dulu ke rumah Mami setiap ada pesanan yang bikin dia jadi telat ke kantor, saya kasihan juga lama-lama. Yaudah deh saya yang bikin. Tentunya seizin sang Master alias Mami, bukan cuma izin ambil alih pesanannya aja tp juga izin ambil alih alat-alat perangnya berikut resep rahasia nya. Hihihihiiii....

Alhamdulillah semenjak bikin sendiri pesanan semakin meningkat sampai kadang (pssssstttt...) suamiku gak sempet dibikinin sarapan (sebagai gantinya boleh nyomot Amris berapapun dia mau). Okey, here we goooooo......... *seperti biasa, kalau males bikin pesen aja di saya..hehehe*

Risoles Smoked Beef / American Risoles
Resep original from my Mami dengan sedikit modifikasi dari saya (untuk 20 potong)

Bahan kulit:
- 300 gr tepung terigu (boleh pakai merk Tjakra utk lebih kenyal, atau merk Segitiga Biru utk lebih garing, selera yaaa)
- 2 butir telur ayam
- 500 ml air
- 2 sendok sayur margarin yang telah dilelehkan (bisa diganti dengan minyak sayur)
- 1 sdt garam
- 200 ml susu putih (jika tidak menggunakan susu putih, air ditambahkan menjadi 700 ml)

Bahan isi:
- 3 buah telur ayam yang telah direbus/dikukus (kalau saya biasanya dikukus biar permukaannya lbh mulus)
- 4 lembar smoked beef (saya pakai merk Farm House, kata mami saya ini paling enak, tp memang agak mahal sih)
- 4 lembar keju
- 3 sdm mayonaise
- 1 sdm saus sambal (selera yaa.. kalau suka pedas boleh ditambah)
- 1 sachet susu kental manis

Toping:
- Tepung panir warna orange secukupnya

Cara membuat:
1. Campurkan semua bahan kulit (kecuali margarin leleh) jadi satu, kemudian dimixer sampai tercampur rata. Tuang margarin yang telah dilelehkan ke dalam adonan yang telah dimixer, aduk sampai rata (tidak perlu dimixer).

2. Panaskan tevlon kemudian tuang adonan kulit menggunakan sendok sayur. Putar tevlon agar adonan menyebar ke seluruh permukaan tevlon membentuk lingkaran. Angkat kulit dengan membalikan tevlon di atas piring. (Menurut saya di sini agak sulit karena membutuhkan feeling yang pas untuk ketebalan kulit dan besarnya api serta kekentalan adonan, karena jika kulit terlalu tebal atau terlalu tipis, ketika diisi dan dilipat kulit akan mudah robek dan pecah).

3. Ulangi langkah no 2 sampai adonan hampir habis (sisakan kurang lebih 2 sendok sayur adonan sebagai pencelup untuk menempelkan tepung panir sebelum menggoreng). Sisihkan kulit yang telah dibuat.

4. Siapkan isi risol. Potong telur rebus menjadi 8 bagian (1 telur dipotong jadi 8). Kemudian potong-potong smoked beef menjadi 6 bagian (1 lembar smoked beef dipotong jadi 6). Potong keju lembaran menjadi 6 bagian. Sisihkan telur, smoked beef, dan keju yang telah dipotong-potong.

5. Campur mayonaise, susu kental manis dan saos sambal, aduk rata.

6. Letakan smoked beef, keju, 1 sdm mayonaise dan telur ke atas kulit. Lipat kulit sehingga membentuk  persegi panjang. Lakukan langkah tersebut hingga kulit risol dan isinya habis.

7. Siapkan tepung panir dan sisa adonan kulit. Celupkan risol yang telah dilipat ke dalam sisa adonan kulit, kemudian taburkan tepung panir hingga membungkus seluruh permukaan risol, sedikit di tekan agar tepung panir tidak rontok ketiga digoreng. Ulangi langkah tersebut hingga seluruh risol telah dibaluri dengan tepung panir.

8. Goreng risol, sajikan hangat. Santap dengan cabe rawit atau saos sambal jika suka.

Selamat mencoba dan selamat menikmati :)
Rona Jingga
Atas: hasil mini tiramisu. Bawah ki-ka: kocok whiped cream (soft peak), tim kuning telur dan gula, kocok mascarphone


Haiii.... Lama ya gak posting di blog. Sebenernya banyak yang mau dijadiin bahan tulisan di sini. Tapi koq rasanya pas mau nulis males aja ya.. hihihi..

Akhirnya kepikiran untuk menambahkan label baru pada blog, yaitu "Resep". Awalnya sih karena suatu hari tiba-tiba pengen banget makan tiramisu, terakhir bikin tiramisu sekitar setahun yang lalu. Tapi satu resep itu untuk 12 cup dan kayaknya saya gak sanggup ngabisin 12 cup tiramisu berdua dengan suami, akhirnya open order deh *Padang mode : ON*. Alhamdulillah setelah pertama kali open order, tiba-tiba order banjir berdatangan. Dari tetangga, dari temen-temen, dari temen-temen kantornya hubby.. Asiiikkkk...

Buat yang tanya resep dan gimana cara bikinnya, nih saya bagi-bagi resepnya. Untuk yang males bikin, monggo pesen aja ke saya.. minimal 12 cup aja koq *wink*

Mini Tiramisu
sumber : NCC By Fatmah Bahalwan yang udah saya modifikasi

Bahan:
250 gr keju mascarpone (saya pakai merk Yummy)
300 ml whipping cream (saya pakai 250 ml aja biar rasa cheese nya terasa, merk nya Anchor)
100 gr gula bubuk (saya pakai 3 sdm biar gak terlalu manis)
½ sdt esens vanilli
4 btr kuning telur
50 gr gula kastor

Bahan lain:
2 sdm kopi instan, cairkan dengan (saya pakai kopi instan yg udah ada gulanya, jadi gak ditambah gula pasir lagi)
150 ml air hangat
1 sdm gula pasir
150 ml kahlua/rhum (skip)
20 bh lady finger atau sponge cake coklat 3 lembar ukuran 22x22x3c (saya pakai lady finger kadang-kadang egg drops, lady finger ini agak sulit carinya, saya nemu di Food Hall)

Garnish:
Whipped cream dan coklat bubuk secukupnya

Cara membuat:
1. Kocok sebentar keju mascarpone untuk menghilangkan gumpalannya, sisihkan. (Keju Mascarphone ini saya keluarkan dari kulkas agar menyesuaikan dengan suhu ruang kurang lebih selama 2 jam, sehingga ketika dikocok kejunya cepat lembut dan tidak menggumpal)

2. Kocok whipping cream dan gula bubuk hingga kental dan kaku. Sisihkan dalam kulkas agar tidak meleleh. (saya biasanya kocok dengan speed mixer paling cepat)

3. Kocok kuning telur, gula kastor, dan vanilli hingga kental, lalu lanjutkan mengocok di atas air mendidih (kocok tim) hingga telur hangat. Angkat, teruskan mengocok hingga telur kembali dingin. Matikan mikser.

4. Keluarkan whipped cream yang telah dikocok dari dalam kulkas. Masukkan keju mascarphone yg sudah dikocok, aduk rata (atau kocok dengan mixer speed 1), tuangkan pula kocokan kuning telur, aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.

5. Ditempat lain, campur gula, air kopi, dan rhum (bila pakai), aduk rata, sisihkan.

Penyelesaian:
1. Siapkan loyang bongkar pasang atau gelas saji. Susun lady finger (atau cake coklat atau egg drops sesuai selera) di bagian dasar hingga rata. Perciki dengan cairan kopi hingga lembab. Tuangkan adonan mascarphone, ratakan. (Kalau saya, biar rasa kopinya terasa, saya celupkan lady finger pada larutan kopi baru saya susun di loyang atau gelas saji, kemudian masukan adonan mascarphone)

2. Susun lagi lady finger seperti lapisan bawah, basahi dengan cairan kopi, tuangi lagi dengan adonan mascarphone. (kalau saya sebelum dituang dengan adonan mascarphone saya taburi dengan cokelat bubuk dulu (jangan lupa diayak biar lembut taburannya))

3. Buat dua atau tiga susun. Paling atas, hias dengan whipped krim, lalu ayakkan coklat bubuk. Bekukan dalam kulkas selama 4 jam.

Catatan:
Pastikan telur sudah kembali menjadi dingin sebelum mencampurkannya dengan whipped cream dan mascarpone. Suhu hangat akan membuat whipped cream mencair. Jika anda tidak keberatan telur mentah, maka telur tidak perlu ditim.

Selamat mencoba dan selamat menikmati :)

Mini Size Maxi Taste deh pokoknya!
Rona Jingga
Menjelang 1 tahun Anniversary "engagement Day" yang jatuh pada tanggal 31 Mei, saya akan posting foto-foto di hari bahagia tersebut. *padahal baru sempet ngeditnya* hihihi

 
31 Maret 2012
 
Banyak yang dateng, banyak bawaan, insyaAllah banyak doa restu :)

Kalau dari dulu tau seserahan bisa beli macem-macem, udh kawin muda kali gue :))



Thankies seluruh keluarga dan sahabat :*



Rona Jingga
Merayakan hari jadi diri sendiri yg ke-25 bersama @cosmopolitanFM
yg di dalamnya terdapat orang-orang ini :)
dapet ucapan yg disertai dgn foto aneh dr @melzop yg gak kalah aneh :P

ilang tahunnya jg gak sendirian, kali ini sama @aussiebanteng

thank you @inyutdiah @arinardina @ajenghendarmin @inibudhi @melzop @nnugie sabrina, meta dan yoni pacarnya @aussiebanteng :D



Rona Jingga
Karena suatu malam tiba-tiba saya teringat bahwa sebentar lagi saya menginjak usia 25 tahun, tapi saya masih saja loncat-loncatan kayak anak kangguru.


Karena ternyata mimpi saya bukan itu dan ini. Saya bahkan belum mencoba untuk tidur, lalu kapan saya bisa mulai bermimpi? Yang saya telah lakukan hanya menulis mimpi itu besar-besar dalam sebuah dinding. Dinding hati, yang hanya saya sendiri yang dapat melihatnya...


Karena ternyata memulai mimpi itu sulit. Atau mungkin saya yang membuatnya sulit? Padahal saat ini di samping saya selalu ada seseorang yang siap mendampingi saya mengejar mimpi. Kenapa saya masih harus loncat-loncat di sini? Setiap hari menikmati hari sebagai ujung tombak kapitalisme.....





Karena beberapa hari lalu saya baru saja nulis ini untuk promo bulanan sebuah radio swasta di Jakarta.

Keep moving// Don't stop// Start the revolution// Become a freedom fighter// Just because everyone doesn't know your name/ doesn't mean you don’t matter//


Do everything with exact calculation/ nothing without meaning// Set a goal for everyday and never be tired//


Its impossible to be everything/ but you can't stop trying to do it all// Enjoying your life is simple matter of the way that you feel//

Apa kabarnya dengan hidup saya?? Bersyukur! :)
Rona Jingga

The first time ever I saw your face

I felt your heart so close to mine

Always there beside me when i am down
And never left my face eith frown

When you’re around i wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
And the moon and the stars were the gifts you gave. To the dark and the endless skies, my love    

It’s you! yes, it is you my friend who can make it all come true
It’s you! yes, it is true a friend in need is a friend indeed

If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loniless


Rona Jingga

GAK PEKA! Itu yang pertama terlintas ketika ‘dosen’ di kantor saya menyebutkan judul film yang akhirnya jadi PR ini. Kalau saya disuruh “think like a man” berarti saya disuruh gak peka alias berpikir se-simple mungkin terhadap apapun yang dihadapi. Ya gak bisa nge-judge gitu juga sih.. Paling tidak saya harus mengesampingkan “keribetan” saya sebagai seorang wanita untuk bisa totalitas think like a man.

Hal-hal yang menarik dalam film ini bersumber dari sebuah buku yang ditulis oleh Steve Harvey yang juga diundang sebagai bintang tamu di berbagai talkshow. Steve seolah membuat wanita “melek” sama hal baru. Saat itu Steve seperti membawa para wanita terbang ke langit ke-7, dan dari atas sana segala sesuatunya tampak lebih luas, sebuah perspektif baru. Ketika wanita pada umumnya terbiasa untuk berpikir dari satu sisi yaitu dari sudut pandang wanita. Padahal dunia ini gak hanya dihuni oleh wanita saja, kita kadang lupa bahwa ada sesosok bernama pria yang hidup berdampingan dengan wanita dan memiliki pemikirannya sendiri.

Sejak saat itu, Pria seperti “ditelanjangi” dan dikhianati oleh kaumnya sendiri. Menyedihkan sekali *jahat*. Steve membongkar apa yang  menjadi pemikiran, motivasi, dan kebutuhan seorang pria.

Beberapa hal yang saya dapat dalam film ini tentang pria :

Pria : Simple & To the point
Bukti simple pria adalah : singkat ketika memberikan nasihat. Kita sebagai wanita kadang merasa perlu feedback lebih banyak atau lebih ekspresif dari apapun yang kita sampaikan dan kita lakukan. Pria tidak menyukai sesuatu yang berbelit-belit dalam berhubungan dengan wanita. Dia terkadang hanya ingin merasa nyaman dalam hubungan itu.

Pria : Gak selalu tentang seks
Kebanyakan wanita berpikir kalau Pria selalu memikirkan seks dan seks. Yang ada di otak pria cuma hal-hal “jorok”. Pernyataan ini ada benarnya, tapi ternyata tidak mendominasi seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Salah satu tokoh dalam film ini memang hanya mengincar seks dari seorang wanita yang dikencaninya, tapi begitu dia mendapatkan yang diinginkan, dia malah tidak ingin kehilangan wanita tersebut. Bukan karena seks, tetapi karena dia telah merasa nyaman dengan wanitanya. Bahkan dia rela 90 hari tanpa seks.

Pria : Prestige
Pria bukannya gila hormat atau gengsian, tapi dia berusaha semaksimal mungkin untuk jaga gengsinya (apa bedanya dengan gengsian ya?). Contohnya adalah ketika dia merasa dibanding-bandingkan dengan seseorang yang dia rasa lebih baik darinya dalam hal materi dan status sosial. Sekali saja seorang wanita yang dia cintai meninggalkan dia untuk orang lain dengan alasan “menemukan seseorang yang lebih baik” jangan harap dia mau kembali dengan wanita itu lagi. Meskipun untuk seorang wanita, kita punya pembelaan bahwa “Ada realistis dalam matrealistis”. Hehehe…

Pria : Bertekuk lutut pada wanita (baca: Ibu-nya)
Untuk mengulas ini, rasanya agak sensitive karena mungkin saya – yang saat ini belum jadi ibu – adalah salah satu dari calon ibu. Saya termasuk orang yang sangat tidak menyukai “Cowok Anak Mami”, tapi lalu saya berpikir : Apa salahnya kalau seorang pria jadi anak mami? Yang jadi masalah mungkin bukan hanya kedekatan normal antara anak dan ibu, lebih kepada pantaskah seorang pria dewasa terlalu lengket dengan ibu nya? Bagaimana jika sampai segala sesuatunya dia putuskan dengan Ibu? Sedangkan Ibu datang dari generasi yang jauh berbeda. Saya setuju kalau hanya untuk bahan pertimbangan, bukan sebagai kedaulatan mutlak. Seorang wanita yang menjalin hubungan dengan seorang “Anak Mami” biasanya makan ati, kenapa? Secara tidak langsung, tidak sengaja, tidak bermaksud, atau apalah namanya, pria tersebut membandingkan dia dengan ibunya. Bahkan menurut aturan agama-pun (saya pernah baca di Fiqih Wanita) bahwa ada hukum yang menyebutkan kalau seorang suami tidak boleh membanding-bandingan istrinya dengan ibunya.

● Pria : Lihat, DENGAR, Rasakan
Judul lagu Sheila on 7, band yang isinya cowok-cowok semua ini ternyata curcol. Pria bisa tertarik dengan seorang wanita awalnya dari apa yang dia lihat (penampilan dan fisik), kemudian dengar, kali ini bukan apa yang dia dengar dari seorang wanita, tetapi seberapa hebat seorang wanita yang terkenal banyak bicara itu menjadi pendengar yang baik untuknya. Tantangan memang bagi seorang wanita untuk menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya. Apalagi kalau pasangan sudah mulai bicara tentang hobby olahraga, otomotif, dan hal-hal membosankan lainnya. Tapi ternyata hal ini berpengaruh bagi seorang pria dalam memilih pasangan. Setelah melalui tahap lihat, dengar, baru dia dapat merasakan bahwa “She’s the one!”

Sekian review yang bisa saya berikan tentang film “Think Like a Man” yang sekaligus menjadi tugas mata kuliah Produksi Siaran Radio saya dan partner saya di kantor.

Regards,

Viena P. Utari